Yang tercecer dari peristiwa yang (tidak) masuk di catatan MURI

Suasana begitu hening saat gan Roy ajukan pertanyaan : “Apakah ada pertanyaan ?” sesaat selesai mencontohi dan njelaskan bagaimana lakukan instalasi paket one click install produk timnas dihadapan laskar panseks plus kemarin (20/5). Dalam hitungan sepuluh detik pertama tak satupun yang acungkan tangan untuk bertanya, dan terus berlanjut pada hitungan detik-detik berikutnya. (aku ini bagian dari laskar panseks plus. Tapi aku juga gak acungkan tangan untuk bertanya. berarti ini termasuk aku, hik ...).
Ada dua kemungkinan kenapa ini terjadi. Kemungkinan pertama para anggota laskar panseks plus sudah mengerti betul bagaimana cara instalasinya, sehingga tak perlu bertanya ... lha wong dah ngerti .. ngapa harus nanya. Kemungkinan kedua mereka tak ngerti apa yang musti ditanyakan.

Samar terdengar ada celetukan “Halah .... kayak gini kan urusan admin SIADPA. Copy aja dah !”. (Jiahhh ... satu kalimat melebat di pikiran : waduh, bakal gagal pecahkan rekor MURI nih). Ini juga “kesalahan” panitia, kenapa gak ngundang para operator, urusan kayak gini langsung bisa kelar. Tapi nanti dulu, panitia punya alasan yang logis juga kok. Boss-nya operator yang diundang agar mereka tahu duluan, bukankah mereka penanggung jawab terhadap sukses tidaknya implementasi SIADPA di lingkungannya. Wis, sing waras ngalah !
Sosialisasi SIADPA Plus di lingkungan PTA Semarang kemarin dihadiri oleh 72 peserta yang terdiri dari para panseks, beberapa wapan dan panitera muda. Sosialisasi ini “nempel” di acara yang bertajuk : Workshop Administrasi Yustisial dan Berita Acara bagi Pejabat Kepaniteraan Lingkungan PTA Semarang. Sip, yang penting dah memenuhi syarat sosialisasi. Dan mari simak satu kalimat dari boss instensifikasi timnas yang mbuat adem : “nampaknya ini baru pemanasan, Anwar Fauzy Ak sdg menyiapkan sosialisasi yg lbh heboh...... (he.. he... sok ngerti dot com).
Melegakan, ada semangat membara
Ini sebuah catatan dari banyak catatan yang tercecer. Tapi untuk sementara biarkan itu ngalir meski senyatanya tidak ada pertanyaan yang diajukan soal instalasi siadpa plus. Dan juga abaikan dulu soal “pikiran praktis” para anggota laskar panseks plus terhadap instalasi siadpa. Di arena sosialisasi telah muncul semangat membara – berkobar-kobar.
Ketika dipaparkan mengenai program timnas SIADPA Plus dan cerita tentang proses tahapan implementasi SIADPA Plus yang dimulai dari instalasi/update aplikasi SIADPA hingga tingkat “implementasi sempurna”, serentak terdengar koor membahana : SIAAAPPP !. Koor ini jawaban atas pertanyaan : “apakah teman-teman siap mengikuti RCRA (religious court reform award) bidang implementasi SIADPA Plus ?”.
Lega rasanya. Jawabannya begitu cepat. Gak soal, apakah memang jawabannya mudah sehingga spontan langsung dijawab, ataukah mereka sudah siap betul untuk ikut ambil bagian dalam RCRA. Yang penting ini sebuah semangat yang melegakan. He eh, benar-benar melegakan.












Comments
klo baca tulisan ini, serassa pak panseks ada di depan, samping sy...
RSS feed for comments to this post